Hari senin lalu, bertemu dengan manager senior KPR salah satu bank swasta terbesar di Indonesia. Beliau mengatakan, bahwa 2016 adalah waktu terbaik utk membeli property, dengan pertimbangan:
1. Sesuai grafik yang diperlihatkan ke saya, grafik tersebut adalah buatan para ahli property Indonesia, isinya grafik naik turun, ada tulisan time to buy dan time to sell. 2015 adalah titik terendah dan disebut time to buy, 2016 grafik mulai naik, 2018 mencapai puncak dan ada tulisan time to sell. Grafik tsb selama ini menjadi pegangan para pelaku dunia usaha property partner2 bank tersebut.
2. Aplikasi KPR Januari 2016 meningkat signifikan dibanding aplikasi KPR Januari 2015
3. Optimisme para pengusaha property yg berdiskusi dgn beliau
4. Dll, lupa saya… hehehe

Dengan pertimbangan2 di atas, beliau menyarankan saya utk segera beli property di 2016 sebelum terlambat, dan mempertimbangkan utk menjual di 2018 bila harganya sudah bagus.

Bagaimana menurut teman2?

Di dunia property, setahu saya ada 3 tipe pelaku usaha:
1. Penjudi, membeli atau menjual property, tanpa memiliki rencana yang jelas, data yang jelas, dan biasanya ikut2an teman. Teman2 beli, penjudi beli juga. Atau beli karena terbawa emosi karena rayuan penjual property.
2. Pedagang, membeli saat murah (sudah melakukan riset dan survey), dan menjual saat harga tinggi, termasuk di sini
a. Real Estate Flipper (membeli property murah, menjual dengan keuntungan)
b. Renovator (membeli property jelek dengan murah, merenovasi dan menjual dgn keuntungan)
c. Kolektor, membeli property utk tabungan, dijual kalau sedang butuh uang saja suatu hari.
d. Developer (membeli tanah berukuran luas dengan murah, memecah2 atau melengkapi dengan fasilitas, dan menjual).
Perbedaan Penjudi dan Pedagang property adalah, pejudi tidak tahu data, hanya ikut2an atau mengambil keputusan emosional, sementara pedagang, sudah melakukan survey sebelum membeli, dan sudah mempunyai rencana utk menjual di angka tertentu
3. Investor, tipe ini hanya berpikir membeli dan tidak berencana menjual property tsb. Investor property membeli property utk mendapatkan income dari property tsb, baik dari sewa (menyewakan rumah, kos, ruko, apartemen, dll), dari usaha / bisnis di atasnya (buka toko milik sendiri, buka franchise, dll). Prinsip investor property adalah dont wait to buy property, but BUY and WAIT (and earn… hehehe)

Mana yang terbaik dari 3 tipe di atas? Saran saya, sebaiknya 2 dan 3. Hindari no 1. Pedagang mendapat uang banyak dalam waktu yang relatif lebih singkat, misal beli 700 juta, direnovasi 100 juta, dijual 1 Milyar dalam 6 bulan. Sementara investor mendapat uang lebih sedikit, tapi dalam jangka waktu yang panjang, misal membeli di harga 1 Milyar, profit 20juta / bulan untuk jangka panjang. Dulu saya berpendapat investor lebih baik, setelah bertemu banyak pelaku bisnis property, saya berpendapat pedagang atau investor sama baiknya. Tergantung gaya dan selera investasi kita masing2. Saya sih tetap lebih suka menjadi investor. Lebih baik membuat uang bekerja untuk saya, daripada saya bekerja utk uang. Dan lebih baik membuat saluran air utk mengalirkan air, daripada mengangkat ember setiap hari. Menurut teman2 saya yang pedagang, income saya terlalu kecil, menurut saya sebagai investor, biar income kecil, tapi saya tidak repot. Sekali beli untuk income seumur hidup. Tinggal memperbanyak jumlah propertynya saja.

Kembali ke pertanyaan awal, apakah 2016 time to buy property? Menurut saya, saran manager di atas, lebih cocok untuk teman2 Penjudi dan Pedagang.

Sementara bagi saya, sebagai investor property, saya tidak terlalu mempertimbangkan harga property mau naik atau tidak, selama income property tersebut memenuhi target saya, maka saya akan membeli property tersebut. Misal target income saya untuk property adalah 1.2% per bulan dari nilai akuisisi, maka 2016 ini, walaupun menemukan property murah, di bawah harga pasar, dan bisa naik dalam waktu dekat. Saya tidak tertarik bila property tsb tdk bisa memberikan income 1.2% atau lebih per bulan dari harga akuisisi. Saya lebih tertarik ke property yang bisa memberikan income 1.2% per bulan atau lebih, tanpa banyak memperhatikan ramalan ttg time to buy or time to sell.

Jadi apakah 2016 adalah Time to Buy???

 

 

jangan lupa untuk like fb kami : https://www.facebook.com/pipohargiyanto/

follow juga twitter kami di https://twitter.com/PipoHargiyanto

dan instagram kami di https://www.instagram.com/hargiyanto.pipo/

#investasiproperty
#investasi
#passiveincome
#passiveincomeproperty