Beberapa hari lalu, saya membaca iklan di FB, “mengapa menunggu membeli property setelah kaya, kenapa tidak membeli property supaya kaya”. Saya juga pernah melihat iklan pembicara2 seminar property membeli property tanpa modal lainnya. Saya tertarik membaca komen2 yang ada di iklan tersebut. Beberapa orang menjawab dengan sinis, bahwa hal tersebut tidak mungkin. Untuk itu mari kita bahas bersama dengan pikiran terbuka, siapa tahu hal tersebut benar dan merupakan kesempatan bagi kita.

Sebenarnya sejak 2008, seminar sejenis sudah banyak, bahkan tahun 2009 saya sudah ikut seminar beli property tanpa modal. Dan sudah mencoba mempraktekkan. Berhasilkah? Tunggu di akhir tulisan ini ya….

Yang dimaksud tanpa modal / tanpa uang disini, pasti hanya merupakan slogan marketing. Benar, karena kalau bensin, beli koran, ikut seminar, beli buku, dihitung sebagai modal, ya tema di atas sudah terbantahkan. Tanpa modal di sini sebenarnya lebih tepat disebut, dengan uang sedikit, misal kurang dari 10 juta (utk beli bensin, utk beli makanan dan minuman saat survey dan cari pendanaan, beli koran / pulsa HP) untuk mengakuisisi property senilai 1 Milyar. Angka 10 juta kan tidak signifikan terhadap 1 Milyar. Mau nggak keluar uang 10 juta mendapat property senilai 1 Milyar??? Kalau tidak mau, kasih saya saja… hehehe

Berdasar pengalaman dan pengamatan saya, membeli / memiliki property tanpa modal ada 2 macam:

1. Investor, membeli property dengan uang pinjaman (dari bank, IMF / Istri-Mertua-Family, atau dari sumber lain), tapi property menghasilkan income rutin yang cukup untuk menutup angsuran sampai lunas, sehingga secara teknis ybs tidak mengeluarkan uang, karena property yang dibeli bisa membiayai sendiri angsurannya. (bahkan kadang ada lebih). Cara ini memakan waktu cukup lama untuk secara utuh bisa disebut pemilik property tsb. Contoh: ada kos yang sedang jalan, memiliki income bulanan 110 juta dijual 7 Milyar. 7 Milyar hutang bank itu (bila DP nol, asumsi 100% pinjaman) setara dengan cicilan sekitar 80 juta / bulan. sehingga income dari kos (110juta), cukup untuk menutup angsuran 80jt/bulan. biasanya kalau saya jelaskan seperti ini, pertanyaan berikutnya adalah emang DP bisa nol? Apakah ada orang sebodoh itu menjual property sebaik itu? Untuk DP nol, kapan2 saya jelaskan, panjang ceritanya dan banyak tekniknya. Waktu saya menemukan kos yang dijual itu, saya juga bertanya, kenapa kos dengan income sebaik ini kok dijual pemiliknya? Karena pemiliknya mempunyai opportunity bisnis lain yang perlu modal 7M, dan hasilnya lebih besar dari 110 juta/bulan. BISA???

2. Pedagang, Dapatnya property jangka lebih pendek dari investor, membeli property dengan kemampuan yang dimiliki. Misal menjadi makelar untuk menjual 10 ruko, mendapat upah rumah kecil yang ada di belakang ruko. Menjadi developer, mendapat sisa rumah2 yang tidak laku (lo, jadi developer kan perlu uang banyak?? Nggak, kalau tanahnya kerjasama.. cari saja training / workshop2nya banyaaakkk). Yang saya pernah lihat sendiri. Transaksi ruko, karena pemilik ruko tidak mau memberi komisi ke makelar, maka makelar mendapat kebebasan untuk menaikkan harga. Deal ruko terjual, selisihnya 200 juta (tahun 2010). Cukup dong uang 200 juta untuk beli 1 rumah kecil tahun itu. Dan banyak cerita2 ajaib di dunia property. Setelah menjelaskan seperti itu, biasanya saya akan ditanya, itu kan susah dapat kesempatan seperti itu… kurang dari 1% yang berhasil, paling kemungkinan 1 per mil… tidak signifikan. 1 per mil kan berarti 1 dari 1000. Ya, berarti kita harus mencoba 1000x supaya berhasil dong. Syarat sukses memang tidak mudah ya. Tapi hasilnya kan luar biasa. Dan saya percaya, semakin sering diasah, semakin ahli, tingkat keberhasilan akan semakin tinggi. Saya pernah melihat salah satu teman saya, seorang property flipper (cari property murah, dikasih tanda jadi sedikit, diikat jangka waktu tertentu, kemudian dicarikan penjual. Flipper mendapat untung dari selisih tanah tersebut). Ybs tidak hanya melakukan flip ke satu property. Tapi melakukan lebih dari 40 flip secara bersamaan. Jadi sambil menunggu 1 property mendapat pembeli, ybs mengikat lagi property lain, dst. Ini membuka mata saya, selama ini saya berpikir flipper hanya melakukan flip terhadap 1 property untuk jangka waktu lama, misal 6 bulan. teman saya itu melakukan 40 lebih flip bersamaan, prediksi saya, setiap bulan bisa melakukan 2 – 3 flip…. waooooo…..

3. Oiya, ada tipe ke 3 sekarang… cari mertua / istri / suami yang punya property… otomatis jadi pemilik property tanpa keluar uang… hehehe.. just kidding.

Pengalaman saya tahun 2008 mulai membeli property tanpa uang ini, TIDAK MUDAH…. harus baca iklan property setiap hari, setiap sabtu minggu survey dan keliling jakarta dan sekitarnya. Setelah 3 bulan saya mencoba, saya frustasi, susah benar… padahal di seminar2 / workshop2 / training2 kok sepertinya gampang bener….. saat saya frustasi dan mau stop. Ada 1 perkataan teman saya sesama investor property tanpa modal ini. Dia bilang, Pak, cari property tanpa modal spt ini, tidak perlu dapat setiap hari, dapat setelah 3 bulan, setelah 6 bulan, atau dapat hanya 1 property setahun juga sudah cukup dan bagus sekali. TEPATTTT

Jadi menurut teman2, apakah membeli property tanpa modal / tanpa uang itu bohong atau bisa dilakukan?

Semoga bermanfaat

Untuk mengikuti tulisan2 saya ttg Property & Investasi (Passive Income Property) Silakan like FB Page saya di PIPO (https://www.facebook.com/pipohargiyanto/)
Terima kasih